Monday, May 19, 2014

Putri Berkuda Putih

Salim dan Arif asyik berbual di tepi laut. Beristirahat setelah seharian mencari rezeki yang halal.

"Lihat tu, tengok tu. Seperti percikan air di kejauhan laut" kata Salim kepada Arif sambil menunjuk ke arah kaki langit.

Percikan buih-buih air yang memutih semakin jelas kelihatan.



"Seekor kuda putih la bang" Arif menambah.

"Ini kuda putih ayahanda di gunung, hanya Putri Milofa sahaja yang dibenarkan menunggangnya" kata Salim kehairanan.

Wah benar, seorang puteri berambut panjang bertudung berada di atas kuda tersebut.

اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ

Putri dengan lemah lembut memberi salam.


وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ

"Ya, Putri ada apa ya?" jawab Salim

"Bang, ini saya harap, moga-moga menjadi seperti nostalgia kisah pertemuan pertama bonda dengan ayahanda" kata Putri.

"Ayuh kita bersiar-siar di pantai" Putri seperti tidak sabar mengajak mereka berjalan di tepi pantai. Salim dan Arif terus mengiringi Putri yang masih menunggang kudanya.

Di tengah-tengah perjalanan tiba-tiba hadir di situ dua orang wanita.

"Eh, itu Nyi Rorolor bersama bonda nya Putri Ratni" kata Salim kepada Arif.

Sejurus kedengaran bonda Putri Ratni memohon bantuan Arif "Tolong lepaskan Putri kami, Ratni yang telah diculik oleh orangnya Nyi Blirang"

Setelah Arif bersetuju untuk membantu, lalu dua wanita tadi terus beredar lalu hilang dari pandangan.


Putri Milofa sambil membelai kudanya berkata "Bang, haruslah dibantu mereka yang dalam kesusahan dan memohon pertolongan"
 
Salim & Arif hanya mengiyakan sahaja.

Itulah kisah-kisah indah pertemuan pertama Putri Milofa dengan Arif sambil ditemani Salim. Sejak hari itu, Salim dan Arif terus berulang-alik ke gunung untuk berjumpa Ayahanda bonda dan mempelajari petua-petua dunia dan agama. Perkenalan Arif dan Putri Milofa semakin hari menjadi semakin akrab.

Suatu ketika Arif bertanya kepada Salim "Bang, boleh ke kita beristerikan dengan orang ini?"

Lalu Salim dengan selamba menjawab "Boleh, sebab mereka pun makhluk Allah jua, tidak mustahil"

"Eh, macam mana pula cara nya?" Arif terus menyoal ingin tahu.

"Tunggu dan lihat. Nanti Putri akan beri sesuatu untuk abang pegang dan simpan" jawab Salim dengan yakin.

Tidak lama selepas itu, berlakulah seperti apa yang dikatakan oleh Salim.

Putri telah berjumpa dengan Arif lalu berpesan "Peganglah barang ini sebagai pemberian dari saya dan abang simpan baik-baik sebagai ganti diriku"

Pada suatu hari Salim naik ke gunung bertemu Ayahanda dan merujuk segala peristiwa yang telah berlaku kepadanya.

"Ayahanda maklum semua yang berlaku. Malahan hubungan Putri Milofa dan Arif adalah direstui Ayahanda. Bahawa niat nya itu dianggap sebagai lamaran dan telah diterima kerana Putri telah memberikan tanda setuju yang dipegang oleh Arif. Ayahanda menjemput Salim dan Arif naik ke gunung."

Salim terlalu gembira dan mohon izin untuk balik dan menyampaikan berita tersebut pada adiknya Arif.

Belum sempat melangkah, Ayahanda bertanya "Nak, apakah nak Arif masih memiliki barang pemberian Putri dulu?"

Salim pulang dengan membawa berita gembira untuk Arif. Kalau ini benar berlaku bererti perjalanan ke gunung sekali lagi adalah untuk menerima adik ipar yang sesungguhnya seorang puteri yang lembut... dan cun

Bersambung... Hilangnya Kunyit Hitam


No comments:

Post a Comment